Chapter 14
“Sebaiknya kita bicarakan masalah
ini nanti saja, kau tak ingin penyamaranmu terbongkar bukan.”
Aku semakin terpaku mendengar ucapan
kakakku ini. Seharusnya Kak Tom menjadi seorang detektif saja bukan menjadi
seorang CEO seperti saat ini. Dan aku tidak bisa mengeluarkan suaraku untuk
menjawab ucapan kakakku itu.
“Nah, jadi bagaimana kalau besok
malam kita bertemu di rumahku saja sambil makan malam.”
“Baiklah, kita bertemu besok malam.”
Ucap Eric dengan cepat karena ternyata Kyle sedang menuju ke arah kami. Dan
tentu saja wanita menyebalkan itu selalu menepel pada Kyle.
“Halo semua bagaimana acaranya?
Apakah kalian menikmatinya?”
“Acara yang cukup menyenangkan,
Kyle. Sayangnya Izzie tidak ada bersama kita hari ini.’
“Ah, kau mengingatkanku kembali pada
Izzie, Manda.”
“Izzie ada di Berlin, Kyle. Mom dan
Dad sudah berusaha untuk mengajaknya datang kemari tapi ia tetap tidak ingin
ikut.”
“Pasti ia sekarang sedang bersama
Eric Dill di sana.”
“Tidak Miss Brown, putriku bukan
wanita yang seperti itu. Dan bagi kami Eric Dill sudah seperti putra kami,
apalagi Eric dan Amanda memiliki hubungan darah.”
“SUdahlah, Paa jangan terlalu
menanggapinya. Karena dia akan semakin menjelekkan Izzie di depan kita.
Sayangnya, ia tidak terlalu pintar.”
“Jadi kau menganggapku bodoh Mr.
Williams?” suara Mary Jeane terdengar marah.
“Aku tidak bilang bodoh, hanya
berkata tidak terlalu pintar. Karena kau menjelekkan Izzie pada keluarganya.
Apa aku salah?”
“Ah, sebaiknya saya dan istri saya
permisi. Kami akan pergi mengambil minuman, sepertinya ada yang harus kalian
selesaikan. Ayo, sayang.” Eric mengajakku menjauh dari sana.
Eric mengajakku ke sisi yang lain
dari halaman. Sepertinya akan terjadi pertengkaran lagi antara kakakku dan Mary
Jeane. Ya Tuhan, mengapa semakin hari wanita itu semakin menjengkelkan sekali.
Aku hampir saja menaparnya untukng saja Eric langsung membawaku menjauh dari
sana.
“Mari kita duduk saja, kau terlihat
lelah.”
“Aku lelah tapi bukan dalam arti
yang sebenarnya.”
“Aku mengerti, maka dari itu aku
langsung mengajakmu menjauh dari sana.”
“Ya Tuhan, Eric. Wanita itu
benar-benar menyebalkan sekali, aku hampir saja menamparnya. Untung saja kau
segera membawaku pergi. Kalau tidak, pasti acara ini akan kacau.”
“Dan sepertinya Tom juga mulai
mencurigaiku.”
“Aku hampir pingsan ketika ia
memanggilku Izzie, seharusnya kakak menjadi seorang detektif daripada menjadi
seorang CEO, benarkan? Kau tahu ketika kami masih kecil kerjaannya itu hanya
menyelidiki dan mengawasiku saja.”
Eric tertawa mendengar ucapanku itu,
“Aku sangat setuju padamu, saat pertama kali aku bertemu dengannya ia langsung
menyelidikiku dari ujung rambut sampai ujung kaki.”
“Yah, begitulah kakakku tapi aku
merasa sangat beruntung dan bersyukur sekali memiliki seorang kakak seperti
dia.”
“Izzie bolehkah aku memegang
perutmu? Karena aku yakin sekali bayimu tadi sempat tegang ketika mendengar
keributan tadi.”
“Tentu saja, sepertinya bayiku menyukaimu
juga.”
Dengan perlahan Eric meletakkan
tangannya di perutku yang sudah membesar dan dengan perlahan mengelusnya dengan
penuh kasih sayang. Ada perasaan senang ketika melihat Eric mengelus-elus
kandunganku. Harusnya Kyle yang melakukan hal seperti ini bukan Eric, karena
pasti akan berbeda sekali rasanya.
“Hey, mengapa kau tertawa? Apa ada
yang lucu?”
“Aku tidak tertawa, Ethan, tapi
tersenyum.”
“Sama saja, apa ada yang lucu
denganku?”
“Iya, kau sangat lucu sekali. Sedang
berbicara apa dengan bayiku, sampai-sampai kau tersenyum seperti itu?”
“Kau mau tahu?”
“Tentu saja aku ingin tahu, aku kan
ibunya.”
“Rahasia.”
“Hey, kau tidak mau memberitahuku.”
“Tidak Mrs. Hamilton yang cantik.”
Aku langsung cemberut mendengar
ucapan Eric, meskipun aku tahu kalau dia hanya bencanda dan menggodaku saja.
Dan ia semakin tersenyum lebar melihat wajahku yang semakin di tekuk karena
kesal. Aku tidak sengaja memalingkan wajahku ke arah dimana keluargaku dan Kyle
sedang berkkumpul. Kyle sedang memandangku dan Eric dengan tatapan yang sangat
sedih. Ya Tuhan, ingin sekali rasanya aku langsung memeluk dan mencium
keningnya untuk menglihangkan kesedihan yang di rasakannya saat ini.
“Kau tidak apa-apa?”
“Kyle sedang memandangi kita, aku
tak tahan melihat tatapan dan wekspresi wajahnya yang menjadi sedih seperti
itu. Kapan semua sandiwara ini akan segera berakhirn?”
“Semoga bisa secepatnya, aku tidak
mau melihatmu tersiksa seperti ini.”
“Bisakah kita pulang setelah pengumpulan
dananya selesai? Aku merasa lelah sekali.”
“Iya, kita tidak akan berada disini
sampai acara selesai. Wajahmu terlihat agak pucat apakah kau baik-baik saja?”
“Hanya sedikit pusing saja.”
“Apa kau mau pulang sekarang saja?”
“Tidak, nanti saja jika acara
pengumpulan dananya sudah selesai barulah kita pulang.”
“Baiklah kalau begitu, tapi jika kau
merasa tidak kuat katakanlah padaku.”
“Baiklah, aku akan mengnatakannya
padamu.”
Acara pengumpulan dana pun di mulai,
setelai menyerahkan uang untuk di sumbangkan aku dan Eric berencana untuk langsung
pulang, tentu saja setelah berpamitan pada keluargaku dan keluarga Kyle.
Aku mendekati Mom sambil berbisik,
“Mom aku pamit sekarang, ya.”
“Kau memang harus beristirahat,
sayang. Wajahmu terlihat agak pucat.”
“Aku mau istirahat karena besok harus
cek up ke rumah sakit.”
“Mom sebenarnya ingin menemanimu
tapi pastinya itu akan menimbulkan kecurigaan. Bagaimana kalau kita bertemu di
rumah kakakmu untuk makan siang bersama?”
“Baiklah Mom, besok siang kita akan
bertemu. Dad, aku pamit dulu, ya.”
“Hati-hati di jalan telepon Dad jika
sudah sampai.”
Aku mengangguk dan setelah pamitan
pada keluargaku aku dan Eric pamitan pada Kyle dan keluarganya lalu kami
berduapun pulang. Sesampainya di apartemen aku langsung tidur karena kelelahan.
Semua hal yang terjadi tadi benar-benar membuatku merasa sangat lelah sekali.
Keesokkan harinya aku pergi ke rumah
sakit untuk melakukan cek rutin kamdunganku. Hari ini Eric tidak bisa
menemaniku dan gantinya ia menugaskan beberapa orang petugas keamanannya untuk
menjagaku saat ke rumah sakit.
Siang harinya aku langsung menuju ke
kediaman kakakku, Eric bilang bahwa ia akan menyusul ke sana begitu juga dengan
Kak Tom yang memutuskan untuk ikut makan siang di rumah. Ketika sampai di sana
Eric dan kak Tom sudah menunggu kedatanganku.
“Maaf terlambat tadi aku terjebat
macet dalam perjalanan.” Sambil duduk di samping Eric.
“Eric atau Ethan sudah
menceritakannya padaku. mengapa kau tidak mengatakan hal ini pada kakakmu
sendiri Izzie?”
“Karena aku tidak ingin melibatkanmu
dalam masalahku, Kak. Cukup Eric saja yang sudah ikut terseret dalam
permasalahanku.”
“Jadi kau merubah warna rambutmu,
Izzie?”
“Iya Manda, aku merubah warna rambutku jadi pirang apakah ini
terlihat aneh?”
“Tentu saja tidak, kau tetap
terlihat cantik seperti biasanya, Izzie. Yang membuatku kaget adalah penampilan
Eric, aku hampir tidak bisa mengenalinya.”
“Anak-anak ssebaiknya kita makan
dulu, makan siangnya sudah siap.”
Lalu kami semua bergegas menuju ke
ruang makan. Acara makan siang kami di selingi dengan membicarakan beberapa
rencana untuk menjebak Mary Jeane. Kak Tom bersedia untuk membantu rencanaku
dan Eric. Sepertinya kakakku memang bisa di andalkan untuk urusan yang seperti
ini. Kak Tom dan Eric kembali meneruskan pekerjaan mereka setelah makan siang
sedangkan aku memutuskan untuk tinggal. Karena aku sangat merindukan kedua
orang tuaku.
“Sayang Mom perhatikan sepertinya
Kyle terus saja memperhatikanmu ketika di pesta gala tadi malam.”
“Bukan hanya tadi malam, Mom. Sejak pertama
kali aku kembali ke New York dan menghadiri pertemuan di kantornya, Kyle terus saja
memandangiku. Kakak bilang setelah aku pergi Kyle mengatakan bahwa Leona Hamilton
mengingatkannya pada Izzie.”
“Sepertinya Kyle bisa merasakan kehadiranmu
meskipun saat ini kamu sedang menyamar, sayang.”
“Sepertinya begitu Mom, aku sebenarnya
ingin sekali bisa berbinca-bincang dengannya tapi Mary Jeane selalu saja berada di samping Kyle. Wanita itu benar-benar
sangat menyebalkan sekali. Dan aku juga sangat marah pada Kyle, karena dia masih
saja termakan bujuk rayu wanita itu.”
wah…tambah seru nih ceritanya.
BalasHapusTom udah tau skrg Eric sm Izzie nyamar
Next chapter jgn lama2 ya sist ツ
:*
Lama ya bru kluar lagi, hehehe
BalasHapusMary Jeane..
Aku pngen jambak dia deh, ngeselin bgt.
Kyle pngen tuh, sentuh K Jr. Makanya dia lit-liat Izzie trus.
next Chapter ya kak :*