Jumat, 23 November 2012

Light At The End Of The Tunnel Chapter 13


Chapter 13

          
             Hari ini aku bertemu dengan Ethan Hamilton, seorang CEO dari Jerman. Ia datang bersama istrinya, Ya Tuhan istrinya mengingatkanku pada Izzie. Meskipun warna mata dan rambutnya berbeda tapi ia seperti Izzie. Bahkan aku merasa bahwa Leona Hamilton itu adalah Izzie-ku.

            Tatapan matanya yang sendu itu benar-benar seperti matanya Izzie, bahkan suara dan cara ia tersenyum sangat mirip sekali dengan Izzie-ku.

            “Kyle kau kenapa?” Tom membuyarkan lamunanku tentang Izzie dan istrnya Ethan.
            “Aku tidak apa-apa, Tom, hanya saja aku merasa bahwa Mrs. Hamilton itu adalah Izzie. Meskipun warna rambut dan warna matanya berbeda tapi aku merasa kalau dia itu Izzie. Cara dia berbicara, tersenyum dan menatap sama seperti Izzie.”
            “Mungkin kau sedang merindukan dia saja, Kyle. Percayalah saat ini Izzie baik-baik saja di sana, meskipun aku juga merindukannya.”
            “Tom maukah kau memberitahuku keberadaan Izzie saat ini, aku mohon.”
            “Dia ada di Jerman bersama Mom dan Dad, dan ia tidak mau di ganggu oleh siapapun termasukn oleh dirimu.”
            “Bisakah kita berhenti membicarakan tentang Izzie. Aku benar-benar muak mendengar namanya.”
            “Jaga ucapanmu itu Miss Brown, Izzie itu adalah adik kandungku. Jika kau tidak ingin mendengar kami membicarakannya, sebaiknya kau pergi saja dari sini.”
           
            Mary jeane mendengus kesal mendapatkan teguran dari Tom itu. Sedangkan aku tidak peduli padanya saat ini. Melihat Mrs. Hamilton aku langsung teringat pada Izzie yang saat ini tengah mengandung sama seperti Mrs. Hamilton itu.

            “Kyle, mengapa kau masih memikirkan wanita itu. Kau sudah melihat dengan jelas bahwa ia sudah mengkhianatimu dengan Eric Dill. Apa itu belum cukup bagimu untuk menceraikannya.”
            “Diam Miss Brown, jadi kau yang sudah membuat rumah tangga adikku dan Kyle berantakan menjadi seperti ini. Apa yang kau tahu tentang hubungan Eric dan adikku? Kau hanya membuat kesimpulan secara asal.”
            “Aku tidak membuat kesimpulan secara asal-asalan Mr. Williams, aku memiliki bukti bahwa adikmu itu sudah mengkhianati Kyle. Buktinya dia terlihat baik-baik saja ketika Kyle menghilang dalam kecelakaan pesawat, tidak terlihat sedikitpun ada perasaan sedih dan khwatir di wajahnya.”
            “Itu karena adikku lulusan terbaik dari fakultas psikologi, jadi ia tahu bagaimana caranya untuk tetap terlihat baik-baik saja meskipun hatinya sedang sangat hancur sekali. Kau jangan seenaknya menuduh adikku macam-macam. Kau tidak tahu apa-apa tentang Izzie.”
            “Sudah hentikan, mengapa kalian berdua jadi bertengkar? Mary Jeane sebaiknya kau pergi dari sini. Karena aku akan membahas tentang Izzie bersama Tom.”
            “Tapi Kyle…”
            “Tidak ada tapi, sebaiknya kau pergi sekarang juga.”
                                                                                           
            Dengan perasaan kesal Mary Jeane pergi dari ruanganku. Dia menutup pintu dengan kasar sekali. Yang ingin aku lakukan saat ini adalah mendapatkan sebanyak mungkin informasi tentang Izzie dari Tom. Aku ingin tahu keadaan istriku dan aku juga ingin menyakinkan diriku bahwa bayi yang sedang dikandung oleh Izzie saat ini adalah darah dagingku.

***

            Aku benar-benar merasa lega bisa keluar dari perusahaan Kyle. aku bisa terbebas dari tatapan Kyle dan Kak Tom yang menyelidiki itu. Ya Tuhan, aku benar-benar muak melihat tingkah Mary Jeane di ruangan itu. Ia berkelakuan seolah-olah ialah Mrs. Dickherber. Aku sangat sangat sangat ingin menjambak rambut dan mencakar wajahnya itu. Yang aku tak habis pikir mengapa Kyle diam saja diciumi Mary Jeane seperti itu.

            “Kau baik-baik saja?”
            “Tidak terlalu baik, mengingat pertemuan tadi membuatku mual. Kyle dan Mary Jeane benar-benar tak tahu malu.”
            “Sabar Izzie, kau jangan sampai terpancing. Bisa saja ini ulah Mary Jeane.”
            “Kau benar bisa saja Mary Jeane memang sengaja berkelakuan seperti itu. Eric, apakah aku masih terlihat seperti Izzie yang biasanya?’
            “Memang ada apa?”
            “Sepertinya Kak Tom tahu kalau ini adalah aku. Kau tahu dari dulu aku tak pernah bisa membohongi kakakku. Dia selalu tahu jika ada yang aku sembunyikan.”
            “Kita lihat saja, kalau Tom masih tetap mencurigai kita sebaiknya kita beritahu dia yang sebenarnya. Siapa tahu ia bisa membantu kita.”
            “Kau benar, Eric siapa tahu kakak bisa membantu kita untuk membuat Mary Jeane jera.”
            “Sebaiknya kita mencari tempat untuk makan siang.”
            “Kapan kita akan melakukan pertemuan kembali dengan mereka bertiga?”
            “Lusa kita mendapatkan undangan dari Kyle untuk menghadiri acara penggalangan dana di rumah orang tuanya.”
            “Ya Tuhan, secepat ini aku harus bertemu dengan ayah dan ibu mertuaku. Apakah mereka akan mengenaliku?”
            “Mereka tidak akan mengenalimu, percaya padaku.”

            Sejak pertemuanku dengan Kyle aku jadi lebih banyak menghabiskan waktu berdiam diri di apartemen saja. Mau pergi keluarpun aku enggan, karena Eric sudah menyiapkan beberapa orang untuk mengawalku. Tapi aku tidak mau, jadi lebih baik diam di apartemen saja daripada harus menjadi pusat perhatian orang-orang karena orang-orang dengan stelan jas hitam berada di depan dan belakang mengawalku.

            Malam penggalangan danapun tiba. Acara itu akan di laksanakan di kediaman orang tua Kyle, yang aku dengar Mom dan Dad juga akan datang menghadiri acara itu. Semoga saja Mom dan Dad tidak akan menyapaku dengan nama Izzie.                                                                                                                      Mobil limo yang kami tumpangi memasuki sebuah rumah dengan bangunan bergaya bangunan di Venice Italia. Eric membantuku turun dari dalam mobil. Ketika masuk ke dalam kami langsung di sambut oleh Kyle dan orang tuanya, tapi tunggu dulu mengapa Mary Jeane berada di samping Kyle?

            “Mr. Hamilton selamat datang, senang sekali anda bisa memenuhi undangan kami.” Sapa Kyle pada Eric sambil memandangku.
            “Hallo Mrs. Hamilton anda terlihat sangat cantik seperti biasanya.”
            “Terima kasih Miss Brown.” Jawabku datar
            “Maa, Paa kenalkan ini rekan bisnis aku yang baru Mr. Ethan Hamilton dari Jerman dan ini istrinya Mrs. Leona Hamilton.”
            “Halo, Mrs. Hamilton senang bisa bertemu dengan anda.”
            “Terima kasih sudah mengundang saya dan suami saya.”
            “Suatu kehormatan bagi keluarga kami anda berdua bisa datang. Silakan masuk dan nikmati acaranya.” Paa mempersilakan aku dan Eric untuk masuk dan menuju ke halaman belakang rumah, tempat acanya berlangsung.

            Aku dan Eric langsung menuju ketempat yang di maksud sambil berbisik-bisik.

            “Kau lihatkan, semakin hari Mary Jeane semakin menjengkelkan.”
            “Tenanglah, aku tahu perasaanmu. Tahan emosimu, mari kita jalankan rencana ini. ”
           
            Akhirnya aku dan Eric pun sampai di halaman belakang, sebuah tenda besar di pasang di situ sebagai atap di halaman yang luas itu. Dekorasinya di dominasi oleh warna putih dan cukup sederhana tetapi berkesan mewah dan elegan. Para tamu yang hadir sudah banyak sekali dan rata-rata mereka adalah para pengusaha dan orang-orang penting di New York.

            Tak jauh dari kolam renang aku melihat Mom, Dad, Kak Tom dan Amanda sedang mengobrol. Aku ingin sekali memeluk mereka berempat dan mengobrol bersama, tapi saat ini itu tidak mungkin di lakukan karena aku sedang melakukan penyamaran.
            “Leona, ayo kita menyapa Tom dan kedua orang tuamu.”
            Aku sangat senang sekali karena tidak di duga-duga Eric mengajakku untuk bertemu dengan keluargaku, “Benarkah itu?”
            Eric tersenyum lalu berkata, “Tentu saja kau sangat merindukan mereka bukan?”
            “Iya, aku sangat ingin sekali mengobrol dengan mereka.”
            “Baiklah kalau begitu ayo kita hampiri mereka.” Ucapnya sambil menggandeng tanganku menuju ke tempat keluargaku sedang berkumpul.

            Semakin dekat ketempat mereka berada aku semakin merakan gugup. Ternyata Mom mengetahui kedatangaku dan Eric, ketika melihatnya tersenyum hatiku langsung tenang.

            Kak Tom langsung menyapa kami ketika melihat kedatangan kami, “Mr. Hamilton, senang bisa bertemu dengan anda di luar jam kerja seperti ini.”
            “Begitu juga dengan saya Mr. Williams.”
            “Hai, aku Amanda senang bisa bertemu dengan anda berdua Mr dan Mrs Hamilton. Tapi Mrs Hamilton...”
            “Tolong panggil saja Leona.”
            “Ah, baiklah Leona wajahmu mengingatkanku pada seseorang. Benarkan sayang? Wajahya mirip dengan Izzie hanya warna rambut dan mata saja yang berbeda.”

            Aku langsung terpaku dan memandang Eric dengan gelisah, rasanya keringat dingin sudah bermunculan di tubuhku bahkan wajahku mungkin sudah berubah menjadi pucat pasi.

            Kak Tom bergerak mendekatiku dan berbicara tetap di telingaku sambil berbisik, “Kau sebenarnya Izzie kan Mrs. Hamilton?”
            Aku semakin pucat ketika mendengar ucapan yang meluncur dari mulut kakakku. “D-d-darimana kakak tahu? Apa Mom dan Dad memberitahu?”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar