Jumat, 09 November 2012

Light At The End Of The Tunnel Chapter 8


Chapter 8
            “Bagaimana aku bisa tenang Eric, aku tidak bisa.”
            “Apapun alasanmu kau harus tetap menjaga kesehatanmu, Izzie. Karena aku yakin Kyle pasti akan sedih melihatmu berada disini. Sama seperti yang aku rasakan saat ini.”
            Aku melepaskan pelukanku dan memandang Eric penuh tanya, “Apa maksudmu, Eric?”
            “Sekarang bukan saat yang tepat untuk membicarakan hal ini, Izzie. Yang jelas aku akan melakukan apapun untuk mengembalikan kembali senyumanmu.”

            Aku tak tahu harus berbicara apalagi. Lidahku benar-benar kelu. Aku kacau, sangat sangat kacau. Ketika aku sudah di perbolehkan untuk pulang masih belum ada kabar tentang keberadaan Kyle. Aku benar-benar tersiska dengan semua ini.

            Aku benci menatap jarum jam yang bergerak lambat itu. Detik demi detik ku lewati seperti di nerasa dan seperti mulai membunuhku secara perlahan. Selama ini pula aku harus bersandiwara di depan semua orang.

            Semua yang aku lakukan hanya untuk menjaga kandunganku saja. Karena aku tak ingin kehilangan lagi bayiku untuk yang kedua kalinya.

            Paa mengambil alih perusahaan untuk semtara waktu, karena kondisiku sedang tidak memungkinkan untuk menjalankan perusahaan. Aku takkan sanggup bekerja di ruangan Kyle.

            Hari itu aku memutuskan untuk menemui kakak di kantornya. Aku ingin tahu perkembangan dari proses pencarian Kyle yang sudah hampir satu minggu tapi masih belum bisa di temukan.

            “Jadi orang-orang kakak belum bisa menemukan pesawat Kyle?” tanya dengan getir.
            “Sayang, belum Izzie. Pesawatnya kehilangan kontak saat pesawatnya melintas di daerah pegunungan yang masih berada di sekitar Perancis. Medannya sangat sulit untuk melakukan penccarian.”
            “Harus berapa lama aku menunggu, Kak. Aku benar-benar khawatir padanya.” Ujung mataku sudah mulai memanas ketika aku mengucapkannya.
            “Kau harus mempersiapkan mental untuk menerima kemungkinan yang terburuk.”
            “AKu sedang mencobanya, Kak. Meskipun aku masih sangat yakin bahwa Kyle selamat dalam kecelakaan itu.”

***

Sementara itu ribuan kilometer jauh di sana…

            Ternyata Mary Jeane an orang-orangnya berhasil menemukan Kyle lebih dulu. Mary Jeane membawa Kyle ke kota La Cote d’Azur Perancis untuk menjalani perawatan. Karena luka-luka yang dialami Kyle sangat parah.

            Meskipun ingatannya masih kuat, tapi tubuhnya saat ini belum bisa di gerakkan sama sekali. Sehingga Kyle tidak bisa apa-apa. Hidupnya saat ini bergantung pada Mary Jeane, yang memang selalu ada di sampingnya.

            “Mary Jeane mengapa kau tidak menyerahkanku pada keluargaku? Aku sangat yakin mereka sedang sangat khawatir sekali saat ini.”
            “Tidak, aku tidak akan memberitahu siapapun. Tidak, sebelum kau benar-benar sembuh seperti dulu lagi. Lagipula aku ingin membuat Izzie menderita.”
            “Kau benar-benar wanita jahat.”
            “Ya, aku memang jahat, Kyle. aku seperti ini karena kau mengacuhkanku, karena kau lebih memilih wanita sialan itu daripada aku. Kau mau tahu, Izzie tidak menderita sama sekali. Ia malah bersenang-senang dengan Eric Dill.”
            “Tidak, tidak mungkin. Aku percaya pada Izzie, aku sangat mempercayainya. Ia takkan mungkin mengkhianatiku. Izzie tidak sepertimu, Mary Jeane.”
            “Jadi kau mau bukti bahwa saat ini Izzie sedang bersenang-senang dengan Eric Dill? Baiklah, liat video ini baik-baik, Kyle.” aku langsung memasukan kaset video kedalam video player dan memutarnya.

            Setelah aku memutar video itu, aku meperhatikan reaksi Kyle. Dia terlihat menahan amarah, wajahnya memerah, nafasnya mulai tersengal-sengal. Sepertinya aku akan berhasil membuat Kyle membeci Izzie. Aku sangat yakin bahwa Kyle akan langsung mendepak Izzie setelah ia kembali seperti sedia kala.

            “Kau lihatkan? Istrimu terlihat baik-baik saja dan bahagia bersama Eric.”
            “Izzie tidak mungkin seperti itu, Mary,” Kyle tetap menyangkal.
            “Astaga, Kyle, mengapa kau masih saja mengelak dan menyangkalnya. Oke, kiau bisa mengelak dan menyangkal jika bukti yang aku berikan itu berupa foto. Tapi ini video, mana mungkin aku merekayasanya.”
            “Sebaiknya kau pergi dan tinggalkan akku sendiri.”

            Akhirnya aku keluar dari kamar Kyle. Tentu saja dengan senyuman kemenangan, karena aku akan segera mendapatkan Kyle sebentar lagi. Rasakan kau Izzie, kau akan segera di benci oleh Kyle.

*** 

            Aku sangat syok sekali melihat video yang diputar oleh Mary Jeane. Di video itu Izzie terlihat berseri-seri dan bahagia. Bahkan seperti tidak ada beban yang menganggunya.
            Ya Tuhan, apakah benar saat ini Izzie sudah tidak mencintaiku lagi? Rasanya masih teringat jelas sekali saat ia mengatakan ‘percayalah padaku’. Tapi kenyataan yang aku lihat sekarang, Izzie terlihat bahagia bersama Eric Dill.

            Semua ini benar-benar sangat sulit untuk aku mengerti. Aku harus segera sembuh untuk membuktikan semuanya. Aku harus melihat semuanya dengan mata kepalaku sendiri. Dan aku berharap bahwa semua ini tidak benar.

Satu bulan kemudian…

            Keadaanku saat ini sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Dan aku sudah sampai di New York, aku tidak sabar untuk bertemu dengan istriku. Tapi, aku masih ingin membuktikan perkataan Mary Jeane tentang hubungan Izzie dan Eric Dill itu.

            Aku tidak langsung pulang untuk menemui istri dan keluargaku, melainkan menyewa sebuah apartemen yang tidak di ketehui oleh siapapun. Dan aku akan mulai mengawasi Izzie dari jauh, tanpa ia sadari sedikitpun.

            Hari pertama sampai hari keempat aku belum melihat Izzie pergi keluar dengan Eric Dill. Aku selalu melihatnya pergi bersama Amanda, Nanny Kelly dan ibuku. Dan ketika aku yakin bahwa Izzie tetap setia padaku, tiba-tiba saja sore itu aku melihat mobil milik Eric berhenti di depan apartemenku.

            Tak lama kemudian aku melihat Izzie dan Eric keluar dan masuk kedalam mobil itu. Aku langsung saja mengikuti mereka dari belakang. Ternyata mereka pergi ke rumah Tom dan Amanda. Oke, aku masih bisa mengerti karena Eric itu sepupunya Amanda.

            Keesokkan harinya, lagi-lagi aku melihat Eric menjemput Izzie. Tapi kali ini mereka berdua pergi ke sebuah rumah sakit. Siapa yang sakit? Aku melihat Izzie dia terlihat baik-baik saja dan badannya saat ini terlihat lebih berisi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar