Chapter
8
“Bagaimana aku bisa tenang Eric, aku
tidak bisa.”
“Apapun alasanmu kau harus tetap
menjaga kesehatanmu, Izzie. Karena aku yakin Kyle pasti akan sedih melihatmu
berada disini. Sama seperti yang aku rasakan saat ini.”
Aku melepaskan pelukanku dan
memandang Eric penuh tanya, “Apa maksudmu, Eric?”
“Sekarang bukan saat yang tepat
untuk membicarakan hal ini, Izzie. Yang jelas aku akan melakukan apapun untuk
mengembalikan kembali senyumanmu.”
Aku tak tahu harus berbicara
apalagi. Lidahku benar-benar kelu. Aku kacau, sangat sangat kacau. Ketika aku
sudah di perbolehkan untuk pulang masih belum ada kabar tentang keberadaan
Kyle. Aku benar-benar tersiska dengan semua ini.
Aku benci menatap jarum jam yang
bergerak lambat itu. Detik demi detik ku lewati seperti di nerasa dan seperti
mulai membunuhku secara perlahan. Selama ini pula aku harus bersandiwara di
depan semua orang.
Semua yang aku lakukan hanya untuk
menjaga kandunganku saja. Karena aku tak ingin kehilangan lagi bayiku untuk
yang kedua kalinya.
Paa mengambil alih perusahaan untuk
semtara waktu, karena kondisiku sedang tidak memungkinkan untuk menjalankan
perusahaan. Aku takkan sanggup bekerja di ruangan Kyle.
Hari itu aku memutuskan untuk
menemui kakak di kantornya. Aku ingin tahu perkembangan dari proses pencarian
Kyle yang sudah hampir satu minggu tapi masih belum bisa di temukan.
“Jadi orang-orang kakak belum bisa
menemukan pesawat Kyle?” tanya dengan getir.
“Sayang, belum Izzie. Pesawatnya
kehilangan kontak saat pesawatnya melintas di daerah pegunungan yang masih
berada di sekitar Perancis. Medannya sangat sulit untuk melakukan penccarian.”
“Harus berapa lama aku menunggu,
Kak. Aku benar-benar khawatir padanya.” Ujung mataku sudah mulai memanas ketika
aku mengucapkannya.
“Kau harus mempersiapkan mental untuk
menerima kemungkinan yang terburuk.”
“AKu sedang mencobanya, Kak.
Meskipun aku masih sangat yakin bahwa Kyle selamat dalam kecelakaan itu.”
***
Sementara
itu ribuan kilometer jauh di sana…
Ternyata Mary Jeane an
orang-orangnya berhasil menemukan Kyle lebih dulu. Mary Jeane membawa Kyle ke
kota La Cote d’Azur Perancis untuk
menjalani perawatan. Karena luka-luka yang dialami Kyle sangat parah.
Meskipun ingatannya masih kuat, tapi
tubuhnya saat ini belum bisa di gerakkan sama sekali. Sehingga Kyle tidak bisa
apa-apa. Hidupnya saat ini bergantung pada Mary Jeane, yang memang selalu ada
di sampingnya.
“Mary Jeane mengapa kau tidak
menyerahkanku pada keluargaku? Aku sangat yakin mereka sedang sangat khawatir
sekali saat ini.”
“Tidak, aku tidak akan memberitahu
siapapun. Tidak, sebelum kau benar-benar sembuh seperti dulu lagi. Lagipula aku
ingin membuat Izzie menderita.”
“Kau benar-benar wanita jahat.”
“Ya,
aku memang jahat, Kyle. aku seperti ini karena kau mengacuhkanku, karena kau
lebih memilih wanita sialan itu daripada aku. Kau mau tahu, Izzie tidak
menderita sama sekali. Ia malah bersenang-senang dengan Eric Dill.”
“Tidak, tidak mungkin. Aku percaya
pada Izzie, aku sangat mempercayainya. Ia takkan mungkin mengkhianatiku. Izzie
tidak sepertimu, Mary Jeane.”
“Jadi kau mau bukti bahwa saat ini
Izzie sedang bersenang-senang dengan Eric Dill? Baiklah, liat video ini
baik-baik, Kyle.” aku langsung memasukan kaset video kedalam video player dan
memutarnya.
Setelah aku memutar video itu, aku
meperhatikan reaksi Kyle. Dia terlihat menahan amarah, wajahnya memerah,
nafasnya mulai tersengal-sengal. Sepertinya aku akan berhasil membuat Kyle
membeci Izzie. Aku sangat yakin bahwa Kyle akan langsung mendepak Izzie setelah
ia kembali seperti sedia kala.
“Kau lihatkan? Istrimu terlihat
baik-baik saja dan bahagia bersama Eric.”
“Izzie tidak mungkin seperti itu,
Mary,” Kyle tetap menyangkal.
“Astaga, Kyle, mengapa kau masih
saja mengelak dan menyangkalnya. Oke, kiau bisa mengelak dan menyangkal jika
bukti yang aku berikan itu berupa foto. Tapi ini video, mana mungkin aku
merekayasanya.”
“Sebaiknya kau pergi dan tinggalkan
akku sendiri.”
Akhirnya aku keluar dari kamar Kyle.
Tentu saja dengan senyuman kemenangan, karena aku akan segera mendapatkan Kyle
sebentar lagi. Rasakan kau Izzie, kau akan segera di benci oleh Kyle.
***
Aku sangat syok sekali melihat video
yang diputar oleh Mary Jeane. Di video itu Izzie terlihat berseri-seri dan
bahagia. Bahkan seperti tidak ada beban yang menganggunya.
Ya Tuhan, apakah benar saat ini
Izzie sudah tidak mencintaiku lagi? Rasanya masih teringat jelas sekali saat ia
mengatakan ‘percayalah padaku’. Tapi kenyataan yang aku lihat sekarang, Izzie
terlihat bahagia bersama Eric Dill.
Semua ini benar-benar sangat sulit
untuk aku mengerti. Aku harus segera sembuh untuk membuktikan semuanya. Aku
harus melihat semuanya dengan mata kepalaku sendiri. Dan aku berharap bahwa
semua ini tidak benar.
Satu
bulan kemudian…
Keadaanku saat ini sudah jauh lebih
baik dari sebelumnya. Dan aku sudah sampai di New York, aku tidak sabar untuk
bertemu dengan istriku. Tapi, aku masih ingin membuktikan perkataan Mary Jeane
tentang hubungan Izzie dan Eric Dill itu.
Aku tidak langsung pulang untuk
menemui istri dan keluargaku, melainkan menyewa sebuah apartemen yang tidak di
ketehui oleh siapapun. Dan aku akan mulai mengawasi Izzie dari jauh, tanpa ia
sadari sedikitpun.
Hari pertama sampai hari keempat aku
belum melihat Izzie pergi keluar dengan Eric Dill. Aku selalu melihatnya pergi
bersama Amanda, Nanny Kelly dan ibuku. Dan ketika aku yakin bahwa Izzie tetap
setia padaku, tiba-tiba saja sore itu aku melihat mobil milik Eric berhenti di
depan apartemenku.
Tak lama kemudian aku melihat Izzie
dan Eric keluar dan masuk kedalam mobil itu. Aku langsung saja mengikuti mereka
dari belakang. Ternyata mereka pergi ke rumah Tom dan Amanda. Oke, aku masih
bisa mengerti karena Eric itu sepupunya Amanda.
Keesokkan harinya, lagi-lagi aku
melihat Eric menjemput Izzie. Tapi kali ini mereka berdua pergi ke sebuah rumah
sakit. Siapa yang sakit? Aku melihat Izzie dia terlihat baik-baik saja dan
badannya saat ini terlihat lebih berisi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar