Selasa, 23 Oktober 2012

Light At The End Of The Tunnel ( Teaser )


A Little Bit Teaser

            Menginjak minggu kelima kehamilanku, aku mulai merasakan banyak tekanan. Dan kehamilanku terasa sangat berat sekali. Apalagi saat ini aku memutuskan untuk bekerja di kantor suamiku tersayang. Setelah berdebat cukup panjang akhirnya Kyle memperbolehkanku untuk beraktifitas.

            Dengan catatan aku harus menjadi asisten pribadinya. Bahkan meja kerjaku harus berada satu ruangan dengannya. Aku hanya bisa menurutinya saja, karena aku tidak ingin berdebat lagi yang pada akhirnya hanya akan berakhir dengan pertengkaran saja.

***

            Kehidupanku saat ini benar-benar sempurna. Karena pada akhirnya Izzie menjadi istriku, ia menjadi miliku. Betapa bahagianya aku saat ini, apalagi sekarang Izzie tengah mengandung buah cinta kami berdua.


            Dan perasaan senang yang lainnya lagi adalah aku bisa terus berada di sampingnya sepanjang waktu. Seperti saat ini. Aku mengawasinya dari mejaku. Ah, Izzie memang benar-benar sangat cantik sekali.

            “Hey, Sir, bisakah berhenti memandangiku seperti seekor singa jantan yang kelaparan seperti itu?” tegurnya ketika mendapati aku sedang serius menatapnya.
            “Ya, aku memang selalu merasa kelaparan melihatmu, Mrs. Dickherber-ku tersayang.”
            “Panggil aku Miss Williams atau Izzie. Kau lupa pada perjanjian kita?” ucapnya sambil memelototiku.
            “Ah, ya, maafkan aku Miss Williams yang cantik.”
            “Baiklah Mr. Dickherber yang terhormat, bisakah berhenti memandangiku seperti itu dan membiarkan aku menyelesaikan pekerjaan ini untukmu sebelum makan siang. Bukankah kau ada janji dengan Mr. Dill dari Seattle setelah makan siang nanti.”
            “Ah, ya, aku hampir saja lupa dengan janji itu. Mr. Dill akan datang menemuiku setelah jam makan siang. Terima kasih sudah mengingatkanku Miss. Williams, kau sangat membantu sekali. Dan silakan kembali bekerja.” Ucapku sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah mataku.

            Aku hanya boleh memanggilnya dengan sebutan istriku ketika jam makan siang saja. Tapi setelah itu, kami berdua kembali bersikap seperti atasan dan asistennya saja. Tom sampai tertawa terbahak-bahak melihat kami berdua kemarin.

            Izzie hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah konyolku yang setiap hari berusaha menggodanya. Dan Izzie berhasil tidak tergoda oleh semua rayuanku, padahal aku sangat ingin sekali merasakan bercinta dengannya di dalam ruanganku. Tapi itu akan sangat sulit sekali.

            Lima menit sebelum jam makan siang Izzie menyerahkan berkas-berkas yang aku butuhkan. Lalu kami berdua memutuskan untuk makan siang di kantor saja, kebetulan Nanny Kelly membawakan makanan dari rumah. Karena Izzie sedang hamil, jadi makanannya harus benar-benar bergizi dan di jaga.

            “Sayang, apa kau sudah selesai makan?” tanyaku melihat kotak bekalnya yang masih pebuh itu.
            “Ya, aku sudah kenyang. Terima kasih.”
            “Tapi kau hampir tidak menyentuh makananmu. Kau hanya memakan mashed potato-nya saja.”
            “Tapi aku benar-benar sudah kenyang, Kyle. aku tak ingin mengeluarkan kembali semua makanan yang aku makan.”

***

            Tepat pukul satu siang Eric Dill tiba di kamtorku. Saat pertama kali masuk dan duduk di ruanganku. Tatapannya langsung terfokus pada istriku yang sedang sibuk bekerja.

            Ya Tuhan, jangan-jangan CEO dari Seattle ini menarush hati pada istriku. Itu terbukti karena ia selalu melirik Izzie di sela-sela pembicaraan rencana kerja sama kami. Sampai akhirnya ia menanyakan sesuatu yang membuatku kaget.

            “Siapa nama asistenmu itu Mr. Dickherber?” tanyanya sambil menatap Izzie.
            “Ah, dia Izzie Williams,” jawabku tergugu, “Memangnya ada apa?”
            “Kau sangat beruntung sekali memiliki asisten pribadi secantik dia. Andai saja dia asisten pribadiku. Dia tidak hanya akan menjadi asistenku saja tapi akan kujadikan istriku.”

            Brengsek, dia istriku tahu. Rasanya aku ingin sekali memukul wajahnya karena dia sudah berani menatap izzie, istriku tercinta itu.

***

Sooooooo penasarankahh????????
Tunggu kisah selengkapnya di buku kedua dengan judul yang berbeda..
Oke, thanks for reading my crazy #wildways imagination..

See ya :*

9 komentar:

  1. Akhirnya teaser Light At The End Of The Tunnel muncul juga..
    Makin buat penasaran aja.

    Tapi agak terasa janggal yaa, yang "Betapa bahagianya aku saat ini, apalagi sekarang Izzie tengah mengandung buah cinta kami berdua" trus lanjutannya "Kebahagian yang kurasakan semakin bertambah saja ketika mengetahui kehamilan istri tercintaku itu.
    itu kayaknya jadi ngejelasinnya dua kali deh kak, menurut aku ambil salah satu aja, kalo mau jelasin Kyle bahagia saat Izzie hamil.

    Selebihnya Oke kak, semoga ceritanya makin keren yaa ^_^
    Can't wait for the next season. hehehe

    BalasHapus
  2. ahh, thanks for remembering me..
    saking smangatny nulis itu tu :)

    BalasHapus
  3. ini lnjutannya take me home yhaa sisth??
    hehehehe, maaph kelewaat..
    konflik baru niih, asyiikk,,

    BalasHapus
  4. CEO dr seattle..
    jadii inget sii grey..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwkwkwkwkwkwkwkwk

      iya nih lagi kangen sama grey soalnya :3

      Hapus
  5. hahaha..
    di fsd dia jaddi baiik lhoo..
    gagg jahat lgii..

    BalasHapus
  6. aku mlah lagi baca buku ketiganya lho
    fifty shades freeder tapi versi inggris =)

    BalasHapus