A Little Bit Teaser
Menginjak
minggu kelima kehamilanku, aku mulai merasakan banyak tekanan. Dan kehamilanku
terasa sangat berat sekali. Apalagi saat ini aku memutuskan untuk bekerja di
kantor suamiku tersayang. Setelah berdebat cukup panjang akhirnya Kyle
memperbolehkanku untuk beraktifitas.
Dengan
catatan aku harus menjadi asisten pribadinya. Bahkan meja kerjaku harus berada
satu ruangan dengannya. Aku hanya bisa menurutinya saja, karena aku tidak ingin
berdebat lagi yang pada akhirnya hanya akan berakhir dengan pertengkaran saja.
***
Kehidupanku
saat ini benar-benar sempurna. Karena pada akhirnya Izzie menjadi istriku, ia
menjadi miliku. Betapa bahagianya aku saat ini, apalagi sekarang Izzie tengah
mengandung buah cinta kami berdua.
Dan
perasaan senang yang lainnya lagi adalah aku bisa terus berada di sampingnya
sepanjang waktu. Seperti saat ini. Aku mengawasinya dari mejaku. Ah, Izzie
memang benar-benar sangat cantik sekali.
“Hey,
Sir, bisakah berhenti memandangiku
seperti seekor singa jantan yang kelaparan seperti itu?” tegurnya ketika
mendapati aku sedang serius menatapnya.
“Ya,
aku memang selalu merasa kelaparan melihatmu, Mrs. Dickherber-ku tersayang.”
“Panggil
aku Miss Williams atau Izzie. Kau lupa pada perjanjian kita?” ucapnya sambil
memelototiku.
“Ah,
ya, maafkan aku Miss Williams yang cantik.”
“Baiklah
Mr. Dickherber yang terhormat, bisakah berhenti memandangiku seperti itu dan
membiarkan aku menyelesaikan pekerjaan ini untukmu sebelum makan siang.
Bukankah kau ada janji dengan Mr. Dill dari Seattle setelah makan siang nanti.”
“Ah,
ya, aku hampir saja lupa dengan janji itu. Mr. Dill akan datang menemuiku
setelah jam makan siang. Terima kasih sudah mengingatkanku Miss. Williams, kau
sangat membantu sekali. Dan silakan kembali bekerja.” Ucapku sambil tersenyum
dan mengedipkan sebelah mataku.
Aku
hanya boleh memanggilnya dengan sebutan istriku ketika jam makan siang saja.
Tapi setelah itu, kami berdua kembali bersikap seperti atasan dan asistennya
saja. Tom sampai tertawa terbahak-bahak melihat kami berdua kemarin.
Izzie
hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah konyolku yang setiap hari
berusaha menggodanya. Dan Izzie berhasil tidak tergoda oleh semua rayuanku,
padahal aku sangat ingin sekali merasakan bercinta dengannya di dalam ruanganku.
Tapi itu akan sangat sulit sekali.
Lima
menit sebelum jam makan siang Izzie menyerahkan berkas-berkas yang aku
butuhkan. Lalu kami berdua memutuskan untuk makan siang di kantor saja,
kebetulan Nanny Kelly membawakan makanan dari rumah. Karena Izzie sedang hamil,
jadi makanannya harus benar-benar bergizi dan di jaga.
“Sayang,
apa kau sudah selesai makan?” tanyaku melihat kotak bekalnya yang masih pebuh
itu.
“Ya,
aku sudah kenyang. Terima kasih.”
“Tapi
kau hampir tidak menyentuh makananmu. Kau hanya memakan mashed potato-nya saja.”
“Tapi
aku benar-benar sudah kenyang, Kyle. aku tak ingin mengeluarkan kembali semua
makanan yang aku makan.”
***
Tepat
pukul satu siang Eric Dill tiba di kamtorku. Saat pertama kali masuk dan duduk
di ruanganku. Tatapannya langsung terfokus pada istriku yang sedang sibuk
bekerja.
Ya
Tuhan, jangan-jangan CEO dari Seattle ini menarush hati pada istriku. Itu
terbukti karena ia selalu melirik Izzie di sela-sela pembicaraan rencana kerja
sama kami. Sampai akhirnya ia menanyakan sesuatu yang membuatku kaget.
“Siapa
nama asistenmu itu Mr. Dickherber?” tanyanya sambil menatap Izzie.
“Ah,
dia Izzie Williams,” jawabku tergugu, “Memangnya ada apa?”
“Kau
sangat beruntung sekali memiliki asisten pribadi secantik dia. Andai saja dia
asisten pribadiku. Dia tidak hanya akan menjadi asistenku saja tapi akan
kujadikan istriku.”
Brengsek,
dia istriku tahu. Rasanya aku ingin sekali memukul wajahnya karena dia sudah
berani menatap izzie, istriku tercinta itu.
***
Sooooooo penasarankahh????????
Tunggu kisah selengkapnya
di buku kedua dengan judul yang berbeda..
Oke, thanks for reading
my crazy #wildways imagination..
See ya :*
Akhirnya teaser Light At The End Of The Tunnel muncul juga..
BalasHapusMakin buat penasaran aja.
Tapi agak terasa janggal yaa, yang "Betapa bahagianya aku saat ini, apalagi sekarang Izzie tengah mengandung buah cinta kami berdua" trus lanjutannya "Kebahagian yang kurasakan semakin bertambah saja ketika mengetahui kehamilan istri tercintaku itu.
itu kayaknya jadi ngejelasinnya dua kali deh kak, menurut aku ambil salah satu aja, kalo mau jelasin Kyle bahagia saat Izzie hamil.
Selebihnya Oke kak, semoga ceritanya makin keren yaa ^_^
Can't wait for the next season. hehehe
ahh, thanks for remembering me..
BalasHapussaking smangatny nulis itu tu :)
Oke kak sipp..
BalasHapusini lnjutannya take me home yhaa sisth??
BalasHapushehehehe, maaph kelewaat..
konflik baru niih, asyiikk,,
yup yup yup :)
BalasHapusCEO dr seattle..
BalasHapusjadii inget sii grey..
wkwkwkwkwkwkwkwkwkwk
Hapusiya nih lagi kangen sama grey soalnya :3
hahaha..
BalasHapusdi fsd dia jaddi baiik lhoo..
gagg jahat lgii..
aku mlah lagi baca buku ketiganya lho
BalasHapusfifty shades freeder tapi versi inggris =)