Chapter 20
Aku
tahu siapa yang di maksud oleh Ed dengan sebutan lelaki itu. “Bukan urusanmu,
Ed.” Ucapku sambil hendak berlalu, tapi ia menahanku. “Lepaskan tanganku, Ed.”
“Tidak,
Izzie, aku tidak akan melepaskanmu. Kau ingin tahu kenapa aku ada disini?
Karena aku ingin kau kembali menjadi milikku lagi.”
“Jangan
mimpi, Ed. Aku sudah bersama Kyle sekarang dank au takkan bisa memisahkan aku
dengannya. Sekarang lepaskan tanganku.”
“Terserah
kau mau mengatakan apa, yang jelas aku akan merebutmu kembali dari lelaki itu.”
Ed lalu melepaskan tangnku, “Sampai bertemu lagi, Izzie-ku yang cantik.”
Uccapnya sambil membelai wajahku.
Tapi
aku menepisnya, “SIngkirkan tangan kotormu itu dariku, Ed. Dan jangan
sekali-kali kau berani menyentuhku.”
Aku
langsung berlari ke dalam kampusku untuk menghindarinya. Samar-samar aku
mendengar Ed tertawa di belakangku. Dasar Ed sialan, mau apa dia muncul? Enak
saja di menyentuh wajahku seenaknya. Aku ingin tahu bagaimana ekspresinya jika
tahu bahwa aku sekarang sudah menjadi istri Kyle.
Sejak
pertemuanku dengan Edward tadi pagi di depan kampus. Pikiranku jadi benar-benar
kacau. Aku merasa pasti aka nada sesuatu lagi. Ya Tuhan, apapun yang akan
terjadi nanti aku mohon kuatkanlah aku dan Kyle agar bisa melewati itu semua.
***
Tepat
pukul satu siang aku sampai di kantor suamiku tercinta. Ketika keluar dari
dalam lift aku berpapasan dengan Kyle yang baru saja selesai menghadiri
pertemuan. Lalu kami bersama-sama menuju ke ruangan Kyle.
“Selamat
siang Mr. Dickherber. Siang Miss Williams,” sapa Lisa sekretarisnya Kyle.
“Bukan
Miss Williams Lisa, mulai sekarang kau harus memanggilnya Mrs. Dickherber,
ingat itu.” Kyle memberitahu.
“Baik,
Sir.” Jawab Lisa sambil membungkung.
Aku
tertawa kecil melihat Kyle berkata seperti itu pada sekretarisnya. Benar-benar
lucu sekali suamiku ini.
“Hey,
mengapa kau memarahi Lisa? Kasihan dia.” Ucapku ketika kami sudah berada di
dalam.
“Aku
tidak memarahinya, sayang. Aku hanya memberitahunya bahwa sekarang kau ini
istriku.”
“Wah,
sepertinya akan susah sekali, ya aku mengaku kalau aku ini masih single.”
Mendengar
perkataanku Kyle langsung memelototiku, “Jangan coba-coba sayang, aku takkan
membiarkan orang lain menganggap bahwa kau belum menikah dan masih berpacaran
denganku. Dengar kau ini sekaranga istriku.”
“Ataga,
Kyle, aku hanya bercanda, mengapa kau jadi emosi? Apa pekerjaanmu baik-baik
saja?”
“Maafkan
aku sayang, di ruang pertemuan tadi hampir saja membuatku gila. Maafkan aku,
ya.”
“Iya,
aku memaafkanmu. Jadi, kita mau makan siang dimana? Aku sudah sangat lapar
sekali.” Ucapku sambil memegangi perutku yang mulai bernyanyi minta diisi.
“Baiklah,
ayo kita berangkat sekarang.”
Kami
berdua pergi keluar untuk makan siang bersama. Sebenarnya aku sangat ingin
sekali bercerita tentang pertemuanku dengan Edward tadi pagi. Tapi aku langsung
mengurungkan niatku itu. Aku tidak ingin membuat suamiku khawatir apalagi
sepertinya ia sedang pusing dengan pekerjaannya.
Lagipula
Ed belum melakukan hal yang macam-macam, jadi aku merasa belum waktunya untuk
memberitahu Kyle, bahwa Edward saat ini ada di New York.
Selesai
makan siang, Kyle mengantarkanku pulang ke apartemen sedangkan dia kembali ke
kantor.
“Kau
hati-hati di rumah, ya. Kunci pintu dan jangan sembarang membuka pintu. Oke.”
“Iya,
aku mengerti. Aku hanya akan pergi ke swalayan terdekat untuk bebelanja
bahan-bahan makanan untuk nanti malam.”
“Kau
akan keluar denganku, Izzie. Tunggulah aku pulang.”
“Kyle,
aku hanya sebentar. Lagipula aku akan pergi ke swalayan yang ada di sebrang,
tidak akan jauh.”
“Aku
takut kau kenapa-napa, sayang.”
“Kyle,
aku akan baik-baik saja, aku juga akan berhati-hati. Percayalah padaku.” ucapku
sambil mengecup lembut bibirnya.
“Baiklah
kalau begitu. Kau harus berhati-hati, oke.”
“Iya,
aku berjanji. Sekarang kembalilah ke kantor, agar semua pekerjaanmu cepat
selesai.”
“Baiklah,
sayang kalau begitu aku pergi dulu, ya.”
“Hati-hati
di jalan, jangan mengebut.”
Kyle
mengangguk lalu mencium bibirku beberapa lama dan pergi meninggalkanku sendiri
di apartemen. Aku benar-benar merasa kesepian di apartemen seluas ini,
kebetulan Nanny Kelly sedang cuti jadi selama dua minggu kedepan ia tidak akan
datang.
Hal
yang pertama aku lakukan adalah menyimpan tas dan buku-bukuku di kamar lalu
pergi mandi. Tentu saja aku sudah mengunci pintu depan, sesuai dengan perintah
suamiku tersayang.
Setelah
mandi dan berpakaian aku menonton TV sambil duduk di sofa mengeringkan rambutku
yang basah. Tiba-tiba ponselku berdengung, ternyata pesan dari Amanda. Ia
memberitahu bahwa akan sampai di apartemenku lima menit lagi.
***
Lalu
aku pergi ke swalayan di temani oleh calon kakak iparku itu. Aku membeli cukup
banyak bahan makanan. Karena persediaan di dalam kulkas sudah mulai menipis.
Setelah
membayar semua belanjaan di kasir aku dan Manda berjalan keluar hendak
menyebrang kembali ke apartemenku. Tiba-tiba Edward muncul, kemunculannya
hampir saja membuatku menjatuhkan semua belanjaan yang sedang kupegang.
“Jadi
kau tinggal bersama lelaku itu, Izzie?” ia berkata dengan nada yang jijik
padaku.
“Bukan
urusanmu.” Jawabku sengit.
“Aku
tak mengira bahwa kau menjadi wanita yang murahan seperti ini.”
“Apa
maksudmu perkataanmu itu, Ed?” sentakku.
“Dulu,
saat bersamaku kau sangat susah sekali untuk kucium. Tapi sekarang mengapa
dengan mudahnya kau mau tinggal dengan lelaki itu. Aku yakin bahwa kau sudah
tidur dengannya dank au sudah tidak perawan lagi.”
Plakkk….!!!
Aku mendaratkan sebuah tamparan dipipi Edward. Kata-katanya benar-benar sudah
keterlaluan dan membuatku naik pitam. Bahkan Manda pun marah mendengar
kata-kata Edward.
“Dengar,
Edward. Apapun yang aku lakukan saat ini tidak ada urusannya denganmu. Aku
bebas melakukan apapun yang aku inginkan. Jadi kau jangan sekali-kali mencoba
untuk menuduhku dan menyebut aku wanita murahan. Bukankah kau sama saja, kau
sama busuknya. Aku tahu apa yang sudah kau lakukan dengan Jenny atau mungkin
dengan gadis-gadis lainnya.”
Tiba-tiba
Manda mengangkat tangan kananku, “Heh, Edward, lihat cincin di jari manis Izzie
ini. Dia dan Kyle sudah terikat, jadi mau Izzie tidur atao bercinta dengan Kyle
pun tidak akan ada yang berani melarang mereka berdua.”
Mata
Edward terbelalak melihat cincin yang melingkar di jari manisku itu. Sepertinya
ia mulai menebak-nebak cincin apa yang ada di jariku itu.
“Kau
sudah bertunangan dengan lelaki itu?” tanyanya sambil menatap tajam wajahku.
“Sayangnya
lebih dari itu, Ed. Seminggu yang lalu aku dan Kyle resmi menjadi suami istri.”
Jawabku dengan mantap
“Tidak
mungkin, kau pasti bercanda. Aku sangat mencintaimu Izzie, bahkan kau sempat
berpacaran denganku selama 2 tahun. Mengapa kau mau menikah dengan lelaki itu,
lelaki yang baru kau kenal.”
“Karena
aku sangat sangat mencitai Kyle, Edward. Kau salah, aku sudah lama mengenal
Kyle, bahkan ketika kau masih menjadi pacarku. Aku sudah mengenal Kyle. Jadi
sekarang pergilah, jangan mengganggu hubunganku dan Kyle.”
Mendengar
penjelasan itu Edward benar-benar sangat kaget. Itu terlihat jelas sekali di
wajahnya. Sebelum akhirnya ia berbalik dan pergi dengan taxi yang melintas di
depan kami.
“Izzie,
kau tidak apa-apa? Apa perlu kita melaporkannya pada Tom dan Kyle.”
“Tidak,
Manda, aku mohon jangan ceritakan msalah ini pada mereka berdua. Aku yakin
Edward tidak akan kembali mengangguku, karena aku telah memberitahunya bahwa
aku ini sudah menikah dengan Kyle.”
“Baiklah
kalau begitu. Ayo, kita kembali ke apartemenmu, aku harus segera menemui
kakakmu di kantornya.
***
Tiga bulan kemudian…
Akhirnya
aku berhasil menyelesaikan skripsiku. Saat ini aku sedang mengunggu hasil
sidangku. Aku berharap mendapatkan nilai-nilai yang memuaskan.
Sejak
hari itu Edward tidak terlihat lagi, mungkin ia sudah kembali ke Irlandia. Dan
aku sangat bersyukur sekali, bahwa Ed sudah tidak ada di New York. Dan Kyle, ia
nanggih janji padaku. aku pikir ia sudah lupa dengan perjanjian kami ketika
dalam pesawat menuju Venice.
Saat
ini kami sedang merencanakan program untuk mempunyai anak. Aku dan Kyle rutin
mengikuti berbagai pemeriksaan. Dan hasilnya menyenangkan, aku dan Kyle di
nyatakan dalam keadaan sehat. Dokter juga bilang bahwa tubuhku sudah siap untuk
mengalami kehamilan.
Tak
perlu menunggu lama. Karena saat ini janin itu sedang mulai tumbuh dalam
tubuhku. Jangan tanya bagaimana ekspresi Kyle ketika mengetahui kehamilanku
yang baru berusia empat minggu. Semua keluarga senang sekali mendengar kabar
kehamilanku ini. Bahkan Mom dan Dad jadi sering datang berkunjung ke New York.
Dan
Kyle, ia menjadi sangat sangat sangat sangat overprotective. Aku yang semenjak wisuda belum memutuskan untuk
bekerja di mana memang lebih memilih untuk diam di rumah mengurus suamiku.
Apalagi saat ini aku sedang hamil dan Kyle tidak mengizinkanku untuk bekerja.
Jadi
kerjaanku di rumah hanya menonton TV atau membaca buku. Benar-benar bosan, aku
tidak bisa pergi keluar dengan leluasa. Kyle akan mengizinkanku keluar jika
Nanny Kelly datang ke apartemen saja.
Tapi
aku sangat menikmatinya. Hidupku ternyata benar-benar berubah sejak bertemu
dengan Kyle. ia benar-benar sangat mencintaiku, begitupun aku. Kedua orang
tuaku sekarang tinggal di Jerman. Dan bersama Kyle aku seperti menemukan
tempatku untuk pulang dan berlindung selama-lamanya.
Tamat
kenapa aku ngerasa kurang greget yak sama chapter yg trakhir ini (*_ͺ_)
BalasHapusIya terlalu cepet alur ceritanya. Tp overall top bgt palagi bab2 sbelumnya ><
BalasHapusnggak shock kan ??? xDv
BalasHapusFinally happy ever after. I truly love the whole story. Kyle cowo banget ya.... Wah it's really AWESOME! Thanks for posting it xD Pengennya sih berlanjut biar kaya sinetron sampe beratus" episode hihihi. Love it love it love it <3
BalasHapusthanks so much :*
BalasHapushold on, i will wrote takei me home season two soonnn...
thanka for enjoying my #wildways imagintion
<3
thanks so much :*
BalasHapushold on, i will wrote takei me home season two soonnn...
thanks for enjoying my #wildways imagintion
<3
Ceritanya simple, tapi semua permasalahan dapet.
BalasHapusSifat Kyle yang sulit ditebak selalu buat penasaran, tapi dia lah yang buat cerita cinta Izzie jadi berubah.
So romantic ^_^
tapi cerita dibeberapa chapter agak sedikit woww yaa. hehhehe..
sttsss yg WOW itu justru tujuannya #eh
BalasHapusxD
bner kta maya sisth,, kurang greget baca yg trakhir..
BalasHapusmary jane kmnaa?? kogg ga kliatan?
gmn reaksiny kalo denger izzie sama kyle udah nikah?
nah itu dia sist..
BalasHapusaku masih muter otak ini kurangnya dmna ...
ckckckckckck