Chapter
16
“Sayang, kau… Benar-benar hebat, aku
tak menyangka bahwa kau akan melakukan hal itu dan mempermalukan Mary Jeane.”
“Memang ada yang lucu?”
“Sayang, ayolah aku mohon jangan
marah lagi padaku.”
“Bagaimana aku tidak marah? Mengapa
kau terus saja menemui wanita itu? Aku benar-benar tak mengerti jalan
pikiranmu, Kyle.”
“Maafkan aku, sayang,” ucapnya
sambil menarikku kedalam pelukannya.
Aku hanya bisa terdiam dalam
pelukannya. Ya Tuhan, aku sangat merindukannya. Pelukannya yang hangat, wangi
tubuhnya khas ini. Belaiannya di rambut dan punggungku yang begitu lembut. Aku
merindukan Kyle-ku jauh di lubuk hatiku yang terdalam.
Aku langsung melepaskan diriku dari
pelukannya, “Aku tidak bisa…”
“Tidak bisa? Maksudmu apa, sayang?”
“Aku tidak bisa kembali padamu,
sebelum kau benar-benar telah menjauhi wanita itu.”
“Sayang, aku berjanji akan
menjauhinya.”
“Iya, kau bisa berjanji seperti itu.
Tapi setiap kali wanita itu datang kau selalu menemuinya.”
“Katakan apa yang harus aku lakukan
agar kau percaya dan mau kembali lagi padaku?”
“Entahlah, Kyle, aku tak tahu.”
“Apa aku harus menikahimu sekarang
juga? Kalau memang itu yang kau inginkan baiklah. Aku akan melakukannya agar
kau mau kembali lagi padaku.”
Kyle langsung menarik tanganku
dengan lembut, aku hanya bisa menganga mendengar perkataannya. Ya Tuhan,
jangan-jangan dia serius dengan perkataannya.
Dalam perjalanan menuju ke mobil,
Kyle memang sibuk menelepon. Entah siapa yang sedang di teleponnya, aku tidak
peduli.
“Kyle, kita mau kemana? Bagaimana
dengan mobilku?”
“Orangku akan membawanya…” lalu ia
kembali melanjutkan pembicaraan dengan orang yang di teleponnya itu.
Setelah berada di dalam mobil, Kyle
langsung mengajakku pergi entah kemana. Aku tidak berani bertanya karena
wajahnya benar-benar serius sekali. Sedang menyetirpun ia masih saja tetep
menelepon.
Sampai akhrinya Kyle menghentikan
mobilnya di sebuah butik. Aku benar-benar bingung dan tak mengerti jalan
pikirannya seperti apa.
“Mau apa kita kemari?”
“Jangan banyak komentar.” Jawabnya
sambil tersenyum.
Ketika di dalam seorang pegawai di
butik itu langsung menyambut kami. Kyle terlihat berbincang dengannya dan
setelah itu wanita tersebut mengajaku ke dalam.
“Kyle…” panggilku sambil berlalu.
Tapi Kyle hanya tersenyum menanggapi
panggilanku itu. Dan ketika di dalam wanita itu menyuruhku untuk mencoba sebuah
gaun pengantin model bustier berwarna putih yang sangat indah. Dan lagi lagi
aku hanya bisa menurut saja, tanpa bisa melontarkan pertanyanku.
Aku langsung masuk ke kamar pas dan
mulai mencoba gaun itu. Ah, benar-benar gaun yang sangat indah sekali.
Tiba-tiba saja aku mendengar suara Kyle memanggilku untuk menyuruhku keluar.
Dengan ragu aku pun melangkahkan kakiku keluar dari kamar pas tersebut.
Kyle melotot ketika melihatku keluar
dari kamar pas. Bukan hanya dia tapi aku juga melotot melihat penambilannya
yang sudah memakai stelan tuxedo berwarna putih. Kyle terlihat sangat tampan
sekali. Pangeranku…
“Untuk apa kau menyuruhku mencoba
gaun ini? Aku pasti sangat aneh dan tidak pantas memakainya.” Protesku.
“Tidak sayang, kau… benar-benar
sangat cantik sekali. Ya Tuhan, Izziie…”
“Berhenti memandangiku seperti itu
Kyle.” wajahku benar-benar sudah memanas.
“Aku takkan pernah berhenti
memandangimu seperti ini Izzie.”
“Aku akan menganti pakaianku…”
“Tidak…” ucapnya sambil menahan
tanganku, “Kau tidak akan melepas gaun itu sebelum semuanya selesai.”
“Untuk apa aku memakai gaun ini,
Kyle? Aku tidak akan menikah sekarang.”
“SIapa bilang kau tidak akan
menikah? Hari ini kau akan menikah denganku Izzie.”
“Apa? Tidak… Kau jangan bercanda,
Kyle. Bagaimana mungkin aku menikah secara mendadak seperti ini. Dan tanpa
kedua orang tuaku, tidak mungkin Kyle, jangan bercanda.’
“Aku tidak pernah main-main dengan
ucapanku Miss Williams, oh harusnya aku mulai memanggilmu Mrs. Dickherber.”
Aku membelalakan mataku mendengar
semua perkataan yang keluar dari mulut Kyle. Ya Tuhan, ternyata dia serius
dengan ucapannya. Dia benar-benar ingin menikahiku hari ini.
“AKu tidak bisa menikah tanpa kedua
orang tuaku, Kyle?”
“Kau tenang saja sayang, saat ini
mereka sedang dalam perjalanan kembali ke New York.”
“Lalu bagaimana dengan Kak Tom dan
cincin pernikahan tentu saja.”
“Tom, sudah memberikan restunya. Ya,
meskipun dia agak kesal karena kau harus melangkahinya. Aku sudah mempersiapkan
semuanya, sayang. Aku hanya perlu mendapatkan jawaban final dari pengantin wanitanya saja. Lizzie Isabella Williams, would you marry me?”
Kyle berlutut di hadapanku sambil
mengulurkan kotak kecil dengan cincin indah di dalamnya.
Ya Tuhan, rasanya semua ini seperti
mimpi. Aku merasakan tubuhku limbung, untung saja aku tidak sampai terjatuh
atau pingsan. Aku serasa terbang melayang-layang di udara. Aku berusaha untuk
mengembalikan semua kewarasanku dari semua keterkejutan ini.
“Izzie, would you marry me?” Kyle kembali melontarkan pertanyaannya padaku.
“Ya.. I do marry you, Kyle,” jawabku sambil memeluknya dengan sangat
erat.
“I
love you, Izzie,” ucapnya sambil menciumi keningku, lalu ia melepaskanku,
“Sekarang kita harus pergi ke salon.”
Kyle langsung mengajaku keluar dari
butik itu dan menuju ke sebuah salon. Dan sesampainya disana aku langsung di make over. Ya Tuhan, mereka memakaikan apa
pada wajahku? Aku belum pernah memakai make up serumit ini pada wajahku dan sekarang
aku harus memakainya.
Entah sudah berapa lama aku berada di
tempat ini. Karena tiba-tiba saja kak Tom dan Manda muncul di salon. Kakakku sudah
mengenakan pakaian resminya dan Manda terlihat cantik dengan gaunnya yang berwarna
pastel itu.
“Kau sudah siap, Izzie? Ah, kau sangat
cantik sekali, Izzie.” Ucap kakakku.
“Kak…” aku langsung menghambur kepelukan
kakakku, “Makasih buat semuanya, ya. Aku sayang kakak.” Ucapku dengan mata yang
berkaca-kaca.
“Jangan menangis Izzie, apapun akan ku
lakukan demi kebahagianmu. Kau tahu, kan bahwa aku akan selalu menyayangimu. Meskipun
nanti kau sudah resmi menjadi istrinya Kyle.”
“Makasih, Kak. Oh iya, Kyle mana?”
“Kyle harus mengurus beberapa keperluan
Izzie. Mom dan Dad juga sebentar lagi akan tiba.” Jelas Manda.
aaaahhh, Kyle so sweet bgt sih langsung ngajak nikah hari itu juga. Kasian kak Tom, harus dilangkahi oleh Izzie. Kereen, kereen.. Lanjutannya jangan lama-lama ^_^
BalasHapuswkwkwk...
BalasHapuskyle edan ya de, bisa nyiapin semuanya dlm wktu singkat bahkan bisa bawa ortuny Izzie pulang ke New York pke jet pribadinya xD
udh gkn aku post di fb, soalny tau lah chapter 17 bklan kyak gmna xD
lbh pnas dari chapter 10 :3
Co cuit #ngileeerrr
BalasHapusfeeharold : jngan ngiler hey ...
BalasHapusbeh parah.. kawin dadakan wkwkwkwkw
BalasHapuskeyen"""