Sabtu, 20 Oktober 2012

Take Me Home Chapter 16


Chapter 16

            “Sayang, kau… Benar-benar hebat, aku tak menyangka bahwa kau akan melakukan hal itu dan mempermalukan Mary Jeane.”
            “Memang ada yang lucu?”
            “Sayang, ayolah aku mohon jangan marah lagi padaku.”
            “Bagaimana aku tidak marah? Mengapa kau terus saja menemui wanita itu? Aku benar-benar tak mengerti jalan pikiranmu, Kyle.”
            “Maafkan aku, sayang,” ucapnya sambil menarikku kedalam pelukannya.

            Aku hanya bisa terdiam dalam pelukannya. Ya Tuhan, aku sangat merindukannya. Pelukannya yang hangat, wangi tubuhnya khas ini. Belaiannya di rambut dan punggungku yang begitu lembut. Aku merindukan Kyle-ku jauh di lubuk hatiku yang terdalam.          

            Aku langsung melepaskan diriku dari pelukannya, “Aku tidak bisa…”
            “Tidak bisa? Maksudmu apa, sayang?”
            “Aku tidak bisa kembali padamu, sebelum kau benar-benar telah menjauhi wanita itu.”
            “Sayang, aku berjanji akan menjauhinya.”
            “Iya, kau bisa berjanji seperti itu. Tapi setiap kali wanita itu datang kau selalu menemuinya.”
            “Katakan apa yang harus aku lakukan agar kau percaya dan mau kembali lagi padaku?”
            “Entahlah, Kyle, aku tak tahu.”
            “Apa aku harus menikahimu sekarang juga? Kalau memang itu yang kau inginkan baiklah. Aku akan melakukannya agar kau mau kembali lagi padaku.”

            Kyle langsung menarik tanganku dengan lembut, aku hanya bisa menganga mendengar perkataannya. Ya Tuhan, jangan-jangan dia serius dengan perkataannya.

            Dalam perjalanan menuju ke mobil, Kyle memang sibuk menelepon. Entah siapa yang sedang di teleponnya, aku tidak peduli.

            “Kyle, kita mau kemana? Bagaimana dengan mobilku?”
            “Orangku akan membawanya…” lalu ia kembali melanjutkan pembicaraan dengan orang yang di teleponnya itu.

            Setelah berada di dalam mobil, Kyle langsung mengajakku pergi entah kemana. Aku tidak berani bertanya karena wajahnya benar-benar serius sekali. Sedang menyetirpun ia masih saja tetep menelepon.

            Sampai akhrinya Kyle menghentikan mobilnya di sebuah butik. Aku benar-benar bingung dan tak mengerti jalan pikirannya seperti apa.

            “Mau apa kita kemari?”
            “Jangan banyak komentar.” Jawabnya sambil tersenyum.

            Ketika di dalam seorang pegawai di butik itu langsung menyambut kami. Kyle terlihat berbincang dengannya dan setelah itu wanita tersebut mengajaku ke dalam.

            “Kyle…” panggilku sambil berlalu.

            Tapi Kyle hanya tersenyum menanggapi panggilanku itu. Dan ketika di dalam wanita itu menyuruhku untuk mencoba sebuah gaun pengantin model bustier berwarna putih yang sangat indah. Dan lagi lagi aku hanya bisa menurut saja, tanpa bisa melontarkan pertanyanku.

            Aku langsung masuk ke kamar pas dan mulai mencoba gaun itu. Ah, benar-benar gaun yang sangat indah sekali. Tiba-tiba saja aku mendengar suara Kyle memanggilku untuk menyuruhku keluar. Dengan ragu aku pun melangkahkan kakiku keluar dari kamar pas tersebut.

            Kyle melotot ketika melihatku keluar dari kamar pas. Bukan hanya dia tapi aku juga melotot melihat penambilannya yang sudah memakai stelan tuxedo berwarna putih. Kyle terlihat sangat tampan sekali. Pangeranku…

            “Untuk apa kau menyuruhku mencoba gaun ini? Aku pasti sangat aneh dan tidak pantas memakainya.” Protesku.
            “Tidak sayang, kau… benar-benar sangat cantik sekali. Ya Tuhan, Izziie…”
            “Berhenti memandangiku seperti itu Kyle.” wajahku benar-benar sudah memanas.
            “Aku takkan pernah berhenti memandangimu seperti ini Izzie.”
            “Aku akan menganti pakaianku…”
            “Tidak…” ucapnya sambil menahan tanganku, “Kau tidak akan melepas gaun itu sebelum semuanya selesai.”
            “Untuk apa aku memakai gaun ini, Kyle? Aku tidak akan menikah sekarang.”
            “SIapa bilang kau tidak akan menikah? Hari ini kau akan menikah denganku Izzie.”
            “Apa? Tidak… Kau jangan bercanda, Kyle. Bagaimana mungkin aku menikah secara mendadak seperti ini. Dan tanpa kedua orang tuaku, tidak mungkin Kyle, jangan bercanda.’
            “Aku tidak pernah main-main dengan ucapanku Miss Williams, oh harusnya aku mulai memanggilmu Mrs. Dickherber.”
           
            Aku membelalakan mataku mendengar semua perkataan yang keluar dari mulut Kyle. Ya Tuhan, ternyata dia serius dengan ucapannya. Dia benar-benar ingin menikahiku hari ini.

            “AKu tidak bisa menikah tanpa kedua orang tuaku, Kyle?”
            “Kau tenang saja sayang, saat ini mereka sedang dalam perjalanan kembali ke New York.”
            “Lalu bagaimana dengan Kak Tom dan cincin pernikahan tentu saja.”
            “Tom, sudah memberikan restunya. Ya, meskipun dia agak kesal karena kau harus melangkahinya. Aku sudah mempersiapkan semuanya, sayang. Aku hanya perlu mendapatkan jawaban final dari pengantin wanitanya saja. Lizzie Isabella Williams, would you marry me?”

            Kyle berlutut di hadapanku sambil mengulurkan kotak kecil dengan cincin indah di dalamnya.

            Ya Tuhan, rasanya semua ini seperti mimpi. Aku merasakan tubuhku limbung, untung saja aku tidak sampai terjatuh atau pingsan. Aku serasa terbang melayang-layang di udara. Aku berusaha untuk mengembalikan semua kewarasanku dari semua keterkejutan ini.

            “Izzie, would you marry me?” Kyle kembali melontarkan pertanyaannya padaku.
            “Ya.. I do marry you, Kyle,” jawabku sambil memeluknya dengan sangat erat.
            I love you, Izzie,” ucapnya sambil menciumi keningku, lalu ia melepaskanku, “Sekarang kita harus pergi ke salon.”

            Kyle langsung mengajaku keluar dari butik itu dan menuju ke sebuah salon. Dan sesampainya disana aku langsung di make over. Ya Tuhan, mereka memakaikan apa pada wajahku? Aku belum pernah memakai make up serumit ini pada wajahku dan sekarang aku harus memakainya.

            Entah sudah berapa lama aku berada di tempat ini. Karena tiba-tiba saja kak Tom dan Manda muncul di salon. Kakakku sudah mengenakan pakaian resminya dan Manda terlihat cantik dengan gaunnya yang berwarna pastel itu.

            “Kau sudah siap, Izzie? Ah, kau sangat cantik sekali, Izzie.” Ucap kakakku.
            “Kak…” aku langsung menghambur kepelukan kakakku, “Makasih buat semuanya, ya. Aku sayang kakak.” Ucapku dengan mata yang berkaca-kaca.
            “Jangan menangis Izzie, apapun akan ku lakukan demi kebahagianmu. Kau tahu, kan bahwa aku akan selalu menyayangimu. Meskipun nanti kau sudah resmi menjadi istrinya Kyle.”
            “Makasih, Kak. Oh iya, Kyle mana?”
            “Kyle harus mengurus beberapa keperluan Izzie. Mom dan Dad juga sebentar lagi akan tiba.” Jelas Manda.
           

5 komentar:

  1. aaaahhh, Kyle so sweet bgt sih langsung ngajak nikah hari itu juga. Kasian kak Tom, harus dilangkahi oleh Izzie. Kereen, kereen.. Lanjutannya jangan lama-lama ^_^

    BalasHapus
  2. wkwkwk...
    kyle edan ya de, bisa nyiapin semuanya dlm wktu singkat bahkan bisa bawa ortuny Izzie pulang ke New York pke jet pribadinya xD


    udh gkn aku post di fb, soalny tau lah chapter 17 bklan kyak gmna xD

    lbh pnas dari chapter 10 :3

    BalasHapus
  3. feeharold : jngan ngiler hey ...

    BalasHapus
  4. beh parah.. kawin dadakan wkwkwkwkw
    keyen"""

    BalasHapus