Chapter
15
“Maafkan kakak Izzie.”
“Sudahlah, Kak. Tidak apa-apa kok,
tapi bolehkah aku menginap disini untu beberapa hari?”
“Tentu saja Izzie, kau boleh tinggal
disini selama yang kau mau.” Jawab Manda lembut.
“Terima kasih.” Jawabku singkat lalu
meminum teh yang di buatkan oleh calon kakak iparku itu.
Aku menyesap teh hangat itu sambil
memejamkan mataku, berusaha untuk menenangkan pikiranku yang terberai. Kembali
mengatur emosiku yang masih meluap-luap dan berusaha untuk meredakannya. Ya,
dan aku sudah merasa jauh lebih baik sekarang.
“Izzie, apakah kau membawa
obat-obatanmu?” pertanyaan kakak langsung membuyarkan lamunanku.
“Tidak, Kak, aku tidak membawanya.
Aku sudah baik sekarang.”
“Kau memang tidak pandai berbohong,
Izzie. Tidak ada satu orangpun yang akan percaya bahwa kau baik-baik saja
dengan wajah sepucat itu.”
“Tapi aku merasa jauh lebih baik.
Kak, bolehkah aku kembali tinggal di asrama?”
Mendengar pertanyaanku itu tiba-tiba
wajah kakak langsung berubah menjadi panic, “Apa? Tidak Izzie, aku tidak akan
mengizinkanmu untuk kembali ketempat itu. Tidak akan pernah.”
“Kenapa aku tidak boleh kembali ke
tempatku? Saat ini aku benar-benar butuh waktu untuk sendiri.”
“Tidak, Izzie, kau tidak bisa
kembali kesana. Aku tidak akan membiarkanmu kembali ketempat itu dan membuat
nyawamu terancam.”
“Apa? Nyawaku terancam? Kak, jangan
konyol, mana mungkin aku tinggal di sana akan membahayakan diriku sendiri? Aku
sudah cukup lama tinggal disana.”
“Iya, tapi tempat itu sekarang sudah
tidak aman lagi untukmu, sejak seseorang menerobos masuk dan mengacak-acak
kamarmu.”
“Apa? Ada seseorang yang menerobos
masuk kamarku? Siapa, Kak?”
“Tidak tahu, Izzie, saat ini kakak
masih menyelidikinya. Itu juga kenapa kakak menginginkamu untuk tinggal bersama
Kyle. Karena Kyle akan bisa mengawasi dan menjagamu.”
“Siapa orang yang berani berbuat
seperti itu, Kak?” tanyaku sambil mengerutkan keningku. Tiba-tiba dugaanku
mengarah pada Mary Jeane. Ya, pasti dia pelakunya. Karena dia sangat ingin
memisahkanku dengan Kyle. Mary Jeane sangat mencintai Kyle. “Kak, aku
mencurigai seseorang, tapi aku tidak yakin sepenuhnya. Ini hanya baru dugaanu
saja.”
“Siapa, Izzie?” tanya kakakku sambil
mendekat ke arahku.
“Mary Jeane…”
“Mary Jeane? Siapa dia?” Manda yang
sedari tadi diam akhirnya ikut berbicara juga.
“Dia itu relasi bisnisnya Kyle.
Seorang wanita karier yang masih muda dan cantik, dia menyukai Kyle. Penyebab
pertengkaranku dan Kyle belakangan ini gara-gara dia, Kak.”
“Mary
Jeane? Sepertinya nama itu cukup familiar untukku?” kakakku berkata.
“Kakak
kenal juga dengan Mary Jeane?”
“Iya,
dia relasi bisnis kakak. Dan dia itu termasuk orang yang sangat ambisius.”
“Sungguh
keterlaluan kalau dia sampai melakukan hal sejauh ini, Tom.”
“Tapi,
Kak, ini hanya dugaanku saja. Aku belum yakin sepenuhnya.”
“Kau tenang saja, Izzie. Aku tidak
akan mengambil tindakan yang gegabah dalam hal ini, karena ini menyangkut
keselamatanmu.”
“Sebaiknya kau beristirahat saja,
Izzie. Ini sudah sangat larut.” Manda memberitahu.
“Apa perlu kakak hubungi, Kyle?”
“Tidak, Kak. Aku…”
“Kakak akan tetap memberitahu Kyle
bahwa kau ada disini. Dia pasti sedang sangat panic dan khawatir sekali
padamu.”
“Tapi aku bellum mau menemuinya.”
“Tenang saja, kakak akan
menjelaskannya pada Kyle.”
“Ya sudah, terserah kakak saja. Aku
mau pergi ke kamar saja.”
Aku pergi meninggalkan kakakku yang
sudah mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Kyle.
Manda mengantarkanku ke salah satu
kamar yang ada, lalu meninggalkanku sendiri. Karena Amanda tahu, saat ini aku
sedang ingin sendiri saja.
Dan pada akhirnya aku sama sekali
tidak bisa memejamkan kedua mataku. Aku memikirkan Kyle. Aku sangat sangat
ingin berada di sampingnya, tapi Mary Jeane benar-benar sudah merusak semuanya.
Wanita itu benar-benar sudah mulai menunjukkan wujud aslinya.
Haruskah aku datang menemui wanita
itu? Dan memperingatkannya dengan mulutku sendiri?
Baiklah, besok aku akan pergi untuk
menemui wanita itu. Aku akan membuatnya menyesal. Salah dia sudah membuat
perkara dengaku, mungkin saat ini ia berpikir bahwa aku ini gadis yang lemah
dan tidak bisa apa-apa. Pemikiran yang salah jika dia berpikir seperti itu.
Mary Jeane belum tahu seperti apa aku. Tunggu saja apa yang akan aku lakukan.
Keesokan harinya saat sarapan. Aku
sudah bertekad untuk melaksanakan rencanaku semalam. Tentu saja aku harus
berhati-hati, jangan sampai kak Tom mengetahuinya.
“Izzie, kenapa kau tidak memakan
makananmu? Kau sedang memikirkan apa?”
“Tidak ada, Kak. Aku sedang tidak
memikirkan apa-apa.” Jawabku sambil cepat-cepat memakan rotiku.
“Oh iya, hari inikami berdua sangat
sibuk sekali. Kau tidak apa-apa sendirian di rumah?”
Aku menggelengkan kepalaku pelan,
“Tidak apa-apa, kalau merasa bosan aku akan pergi berjalan-jalan keluar.”
“Baiklah, kakak akan menyuruh orang
untuk menjagamu.”
“Tidak perlu, aku janji akan
baik-baik saja. Lagipula aku tidak akan pergi jauh-jauh.”
“Ya sudah kalau begitu.”
Setelah mereka pergi aku langsung
mengambil kunci mobil dan segera pergi. Ketika dalam perjalanan aku melewati
sebuah restoran. Dan aku melihat wanita itu sedang bersama kekasihku. Bagus
sekali, sangat sangat bagus sekali.
Aku langsung memutar mobilku dan
masuk ke pelataran restoran itu. Aku masuk denga terburu-buru menuju meja
mereka berdua.
“Bagus sekali,” ucapku tiba-tiba.
Mereka berdua langsung terpucat
melihat kedatanganku yang tiba-tiba.
“Sayang…”
“Diam kau Kyle…” ucapku sambil
memelototinya. Lalu kembali beralih memandang Mary Jeane.
“Well,
senang melihatmu sudah sembuh Izzie.” Tanyanya dengan menyebalkan. “Aku tak
mengira bahwa kau akan selamat dari kecelakaan itu.”
Aku menatapnya dengan tatapan yang
sangat tajam, “ Jadi kau ingin aku mati? Benar begitu Mary? Agar kau bisa
mendapatkan kekasihku? Jangan mimpi, langkahi dulu mayatku.”
“Kau menantangku Izzie?” sentaknya
padaku.
“Kau telah salah membuat perkara
denganku Miss Mary Jeane Brown yang terhormat.” Kataku sambil menumpahkan kopi
ke roknya.
Kyle hanya melotot sambil menahan tawa
melihat perbuatanku itu.
“Kau… Kau, tunggu pembalasanku, Izzie.”
Ancam Mary Jeane lalu pergi.
Setelah wanita itu pergi barulah Kyle
tertawa dengan lepasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar